TERKINI

TEKAN PELANGGARAN, BAWASLU SAMPANG SOSIALISASI PRA KAMPANYE RAPAT UMUM DAN IKLAN DI MEDIA MASSA

Insiyatun, SH.I (Ketua Bawaslu Sampang).
Sampang, Pojok Kiri – Untuk menekan terjadinya pelanggaran kampanye sebelum memasuki tahapannya. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sampang akan menggelar Sosialisasi Pra Kampanye Rapat Umum dan Iklan Kampanye di Media Massa Dalam Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019.

Sosialisasi itu dijadwalkan akan digelar di aula Hotel Wisata Camplong pada Jumat (22/02/2019) pukul 07.00 WIB. Dalam sosialisasi tersebut pihak Bawaslu Sampang akan mengundang seluruh Ketua Partai Politik (Parpol) dan juga seluruh Calon Legislatif (Caleg) yang menjadi peserta Pemilu tahun 2019.

Zzzzzzzzzz Ketua Bawaslu Sampang Insiyatun, SH.I mengungkapkan jika dalam agenda sosialisasi dimaksud akan mengundang seluruh Ketua Parpol, dan juga Caleg peserta Pemilu 2019 yang jumlahnya ada sekitar 220 hingga 250 orang. Peserta pemilu yang diundang itu diantaranya dari Parpol, Caleg DPRD Kabupaten Sampang, Caleg DPRD Provinsi Jawa Timur, Caleg DPR RI, dan juga Calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

"Kami menggelar sosialisasi ini bertujuan untuk menekan terjadinya pelanggaran kampanye untuk dilakukan peserta Pemilu 2019 sebelum waktunya. Seperti halnya kampanye melalui rapat umum dan juga berkampanye dengan memasang iklan di media masa, baik berupa gambar maupun berita, karena saat ini masih belum masa tahapannya," ungkapnya, Kamis (21/02/2019).
Undangan Bawaslu Sampang Sosialisasi Pra Kampanye rapat umum dan iklan di media massa pada Pemilu 2019.
Insiyatun memaparkan bahwa melihat pengalaman adanya pelanggaran administrasi yang dilakukan peserta Pemilu 2019 yang terjadi beberapa waktu yang lalu, ternyata beberapa caleg itu belum memahami sepenuhnya tentang tahapan kampanye seperti yang telah diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 23 tahun 2018 Tentang Kampanye Pemilu, yang dijelaskan pada Bab IV Metode Kampanye, pasal 23 dan 24.

"Hasil investigasi dan putusan sidang pelanggaran kampanye beberapa waktu yang lalu ternyata rata-rata peserta Pemilu masih belum memahami tentang tahapan kampanye. Untuk itu, kami menggelar sosialisasi ini agar para peserta Pemilu 2019 ini bisa memahami tahapan kampanye sesuai dengan PKPU 23 tahun 2018. Kami selaku Bawaslu melaksanakan tugas pengawasan berdasarkan Peraturan Bawaslu nomor 28 tahun 2018 Tentang Pengawasan Kampanye Pemilu," paparnya.

Ia juga menegaskan jika dalam sosialisasi itu nantinya akan dipaparkan tentang tahapan kampanye, dan bagaimana aturan pemasangan iklan kampanye di media massa juga kampanye rapat umum. Ia berharap dengan adanya sosialisasi dimaksud tidak ada lagi pelanggaran kampanye yang dilakukan para peserta Pemilu 2019.

"Dalam sosialisasi itu nantinya akan kami paparkan semuanya kepada peserta Pemilu 2019, mulai dari Parpol dan Caleg tentang tahapan dan aturan berkampanye. Kami berharap kepada peserta Pemilu 2019 bagaimana masa tahapan kampanye yang tersisa 55 hari ini benar-benar dipergunakan sebaik mungkin. Kami juga akan menekankan kepada para peserta Pemilu agar jangan sampai melakukan pelanggaran kampanye berupa penyebaran hoax, politik uang (money politic), dan menyinggung Suku Ras Agama (Sara). Karena kampanye itu sebagai kontestasi sehat diantara para peserta Pemilu 2019," pungkasnya dengan tegas. (msa)

40 MAHASISWA POLTERA MENDAPATKAN BEASISWA DARI LIPPO GROUP

Foto bersama usai penyerahan BMBL di Aula Kampus Poltera Kabupaten Sampang, Selasa (19/02/2019).
Sampang, Pojok Kiri – Politeknik Negeri Madura (Poltera) Kabupaten Sampang menjadi salah satu dari 10 perguruan tinggi di Indonesia yang mendapatkan program CSR berupa Bantuan Mahasiswa Berprestasi Lippo (BMBL) sebesar Rp150 juta dari Lippo Group.

Lippo Group menyalurkan BMBL itu dengan total Rp1, 5 miliar yang dibagikan untuk 10 perguruan tinggi di Indonesia. Bantuan tersebut rutin setiap tahunnya diberikan oleh pihak Lippo Group kepada 10 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan nilai bantuan yang sama secara bergantian.

Bantuan yang diterima Poltera Sampang itu dibagikan kepada 40 mahasiswa berprestasi, namun memiliki keterbatasan ekonomi atau kurang mampu secara finansial. Poltera menjadi salah satu dari 10 PTN se Indonesia yang mendapatkan BMBL tahun 2018, dan direalisasikan penyerahannya pada awal tahun 2019 ini.

Xxxxxxxxxx Penyerahan BMBL 2018 dimaksud dilakukan di Aula Kampus Poltera di Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang pada Selasa (19/02/2019). Bantuan beasiswa itu diserahkan secara simbolis oleh Senior Advisor Lippo Group Prof Dr Didik Junaidi Rachbini kepada mahasiswa penerima bantuan, dengan didampingi Direktur Poltera Dr Arman Jaya ST MT, disaksikan oleh jajaran Civitas Academica Poltera, mahasiswa calon penerima beasiswa beserta orang tuanya.
Direktur Poltera Dr Arman Jaya ST MT menyerahkan cenderamata kepada Senior Advisor Lippo Group Prof Dr Didik Junaidi Rachbini.
Tampak hadir juga dalam penyerahan BMBL itu mantan Bupati Sampang Noer Tjahja yang juga menjadi pemrakarsa berdirinya Poltera, Asisten I Pemkab Sampang Nurul Hadi mewakili Bupati Sampang H Slamet Junaidi, Kepala Bapelitbangda Sampang Tony Moerdiwanto, dan Kepala BPPKAD Hj Suhartini Kaptiani.

Senior Advisor Lippo Group Prof Dr Didik Junaidi Rachbini kepada awak media mengungkapkan jika dirinya mewakili Pendiri sekaligus Chairman Lippo Group Dr Mochtar Riady untuk menyerahkan beasiswa kepada pihak Poltera Sampang. Menurutnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Sampang ketinggalan dari kabupaten lainnya yang ada di Madura. Untuk itu, BMBL diberikan kepada mahasiswa berprestasi, khususnya yang berasal dari latar belakang keluarga kurang mampu secara ekonomi.

"Untuk kriteria mahasiswa penerima BMBL kami serahkan kepada pihak Poltera. Bantuan beasiswa ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya di Poltera ini. Harapan kami dengan adanya Poltera ini IPM di Kabupaten Sampang bisa meningkat. Dibawah kepemimpinan Dr Arman Jaya bisa memajukan dan meningkatkan IPM di Kabupaten Sampang melalui Poltera ini. Kita bisa lihat bersama, dimana suatu wilayah yang ada perguruan tingginya pasti IPMnya akan maju. Kami percaya nantinya akan ada beberapa ahli dalam bidang industri atau keinsinyuran akan menjadi Dosen disini," ungkapnya, Selasa (19/02/2019).

Di tempat yang sama, Direktur Poltera Dr Arman Jaya ST MT menjelaskan jika pihaknya berupaya untuk mendapatkan  bantuan beasiswa itu khusus untuk mahasiswanya yang berprestasi namun kurang mampu dalam segi ekonominya. Upaya itu untuk merangsang minat masyarakat, khususnya di Sampang dan Madura agar bisa meneruskan pendidikannya ke perguruan tinggi. Sehingga, IPM Kabupaten Sampang yang menempati posisi paling buncit di Jawa Timur bisa terdongkrak nantinya.
Senior Advisor Lippo Group Prof Dr Didik Junaidi Rachbini menyerahkan simbolis BMBL kepada mahasiswa penerima bantuan.
"Kami juga masih mengupayakan untuk bisa mendapatkan bantuan CSR berupa beasiswa berprestasi dari perusahaan yang ada di Madura. Seperti perusahaan migas Ophir Energy yang dulunya Santos, dan Juga HCML. Kami tadi sudah membicarakannya dengan pihak Pemkab Sampang agar perusahaan yang ada di Kabupaten Sampang ini mau memberikan CSR Beasiswa untuk mahasiswa Poltera. Harapan besar kami, agar mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi, khususnya bagi yang berprestasi bisa menuntaskan pendidikannya di Poltera tidak terlalu terbebani oleh biaya kuliah," pungkasnya. (msa)

BUPATI-WABUP SAMPANG SIDAK DISDIK, TEMUKAN PEJABAT BOLOS

Bupati Sampang H Slamet Junaidi saat sidak di salah satu ruangan Disdik Sampang, Kamis (14/02/2019) siang.
Sampang, Pojok Kiri – Inspeksi mendadak (sidak) memang dilakukan secara tiba-tiba tanpa terencana dan diketahui sebelumnya, agar tidak diketahui dan bocor kepada pihak yang akan di sidak tentunya. Seperti yang dilakukan Bupati Sampang H Slamet Junaidi bersama Wakil Bupati (Wabup) Sampang H Abdullah Hidayat didampingi Sekdakab Puthut Budi Santoso melakukan sidak ke kantor Dinas Pendidikan (Disdik) pada Kamis (14/02/2019) siang.

Dalam sidak yang dilakukan mendadak pasca Musrembangcam di Kecamatan Tambelangan tersebut Bupati menemukan sejumlah ruangan pejabat Disdik tak bertuan. Begitu juga dengan ruangan lainnya ternyata banyak pegawai yang tidak kembali bekerja setelah jam istirahat siang.

Berdasar informasi yang dihimpun Koran Harian Pojok Kiri, memang ada 6 orang yang tengah ijin menjalankan ibadah Umroh, termasuk Kepala Disdik H Jupri Riyadi. Namun, ada sejumlah pejabat yang tidak mengantongi ijin keluar kota dari Sekdakab maupun Bupati nekad ke Bandara Juanda Surabaya hanya demi menyambut kedatangan Kepala Disdik yang baru tiba dari tanah suci.

Bupati Sampang H Slamet Junaidi yang menyambut ramah Pojok Kiri saat ditemui di peringgitan utama Pendopo Trunojoyo Sampang mengungkapkan jika kejadian di Disdik itu harus bisa menjadi pembelajaran bagi organisasi perangkat daerah (OPD) yang lainnya. Dalam sidak itu, Bupati menemukan sejumlah pegawai termasuk pejabat di Disdik tidak ada di tempat saat jam kerja tanpa seijin darinya.

Zzzzzzzzzz "Hasil sidak di Disdik tadi banyak yang tidak masuk kerja tanpa seijin kami, dan tentunya akan kami proses melalui Inspektorat. Parahnya, Pj Kepala Disdiknya ternyata juga bolos menjemput Kepala Disdik datang Umroh. Kalau seperti itu mau jadi apa Dinas itu?. Tentunya nanti akan ada sanksi, dan kajiannya akan dilakukan oleh pihak Inspektorat. Untuk sanksi itu pasti ada, dan akan kami terapkan. Kami akan perintahkan Inspektorat untuk menindaklanjuti temuan sidak kami di Disdik tadi," ungkapnya, Kamis (14/02/2019) petang.
Wabup Sampang H Abdullah Hidayat saat mencoba membuka ruangan Kabid Pembinaan SMP Budiono yang terkunci.
Aba Idi, sapaan akrabnya membenarkan jika ada 6 orang di Disdik Sampang yang ijin menjalankan ibadah Umroh bersamaan. Menurutnya, itu bisa mengganggu pelayanan dan kinerja di Dinas dimaksud. Untuk, itu Bupati memerintahkan kepada Sekdakab agar ke depannya tidak terulang kembali ijin serupa secara bersamaan.

"Kami tidak melarang ijin untuk menjalankan ibadah Umroh. Tetapi jangan secara bersamaan atau berjamaah, agar tidak mengganggu kinerja di dalam OPD itu sendiri. Memang Umroh itu ibadah sunnah, tetapi jabatan dan kerja itu amanah. Jadi jangan sampai mengabaikan tugas-tugasnya. Boleh menjalankan ibadah Umroh itu, tetapi jangan sampai berjamaah karena kita ini sebagai pelayan masyarakat. Harapan kami ke depan jangan sampai berjamaah kalau mau Umroh, maksimal setiap OPD itu 2 orang atau bergantian agar tidak mengganggu kinerja di OPD itu," tegas mantan Anggota DPR RI dari Partai NasDem tersebut.

Terpisah, Kepala Disdik Sampang saat dihubungi via WA memaparkan jika dirinya telah mengajukan ijin cuti Umroh secara tertulis melalui BKD dan Sekdakab. Tetapi ia membantah jika bolosnya sejumlah pejabat demi menjemput dirinya di Surabaya itu atas perintahnya.

"Hari Jumat sebelum saya berangkat sudah pamit langsung kepada pak Bupati dan pak Wabup. Kalau ijin tertulisnya yang memproses BKD. Untuk pejabat yang menyambut itu, saya sendiri tidak mengetahuinya. Jangankan perintah, saya tidak pernah ngasih kabar kapan pulang dan jam berapa sampai di Juanda. Silahkan dikroscek langsung ke Sekretaris pak Nor Alam," jelasnya.
Kepala Disdik Sampang H Jupri Riyadi sesaat tiba di Bandara Juanda Surabaya, Kamis (14/02/2019).
Sementara itu, berdasarkan pengakuan Sekretaris Disdik Sampang H Nor Alam yang dihubungi via seluler mengakui jika dirinya bersama 3 pejabat dan 1 staf lainnya ke Surabaya tanpa mengantongi ijin resmi dari Bupati maupun Sekdakab Sampang. Ia juga mengakui bahwa tidak ada perintah dari Kepala Disdik untuk ke Surabaya. Sementara rombongan yang bolos ke Surabaya diantaranya Sekretaris sendiri, Kabid Pembinaan SMP Budiono, Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Hari Agustini, Kasubag Umum Ahmad, dan seorang staf yang tidak disebutkan identitasnya.

"Memang tidak ada ijin dan tidak ada perintah. Kami menyambut Kepala Disdik di Bandara Juanda Surabaya itu atas inisiatif kami sendiri, karena sungkan yang datang Umroh itu atasan kami. Tadi kami hanya sebentar, sekitar 30 menit ketemu sama Aba Jupri. Kami berangkat dari Sampang pukul 10.00 WIB, tiba di Surabaya pukul 12.30 WIB, dan pukul 13.00 WIB kami pulang. Tiba di Sampang sekitar pukul 15.00 WIB sebelum waktu apel pulang kerja," tutupnya. (msa)
PERISTIWA
HUKUM
KRIMINAL
POLITIK
PEMERINTAHAN

 
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Atas