Jakarta, Pojokkiri Madura

Pelaksana Tugas Menteri Komunikasi dan Informatika (Plt) Menkominfo, Mahfud MD memprediksi situasi politik dan keamanan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 kondusif. Bahkan, menurutnya lebih baik dari Pemilu 2019 katrena tidak banyak muncul kampanye yang mengusung politik identitas.

“Untuk pemilu 2024 situasi politik dan keamanan akan lebih baik dibanding pemilu 2019,” ujarnya dalam Media Gathering Sosialisasi Pemilu 2024 “Hajar Serangan Fajar” di Jakarta Pusat, Senin (03/07/2023).

Menurut Menteri Mahfud MD, pada Pemilu 2019 lalu, kampanye yang mengusung Politik Identitas telah dimulai sejak 4 November 2016 atau tiga tahun sebelumnya dengan mengumpulkan massa dalam jumlah besar.

Kampanye dengan pengumpulan massa ini dilakukan secara bergelombang di sejumlah daerah, dengan jargon mulai dari 411 hingga kemudian menjadi 211 yang berkembag hingga Pipres 2019.  

“Sekarang ini Pemilu tinggal tujuh bulan (menjelang Pemilu 2024), yang begitu-begitu (politik identitas) sudah tidak banyak, ada sedikit-sedikit tapi tidak mengundang masa yang mengkhawatirkan dan panas,” tuturnya.

Namun, situasi ini dalam pandangan Plt Menkominfo tidak membuat pemerintah mengurangi kewaspadaan terhadap munculnya kampanye-kampanye yang mengusung politik identitas, khususnya di media massa dan media sosial.

sumber: infopublik.id

Oleh karena itu, Menteri Mahfud MD mengajak para pemilik media, khususnya Lembaga Penyiaran Publik (LPP) dan Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) untuk turut serta dalam upaya mengantisipasi munculnya kampanye politik identitas di tegah masyarakat.
“Saya menggap politik identitas ini mungkin bisa kita hadapi lebih baik tanpa harus mengurangi kewaspadaan kita dan peran serta media untuk berkampanye agar pemilu sehat berintegritas, berkualitas itu dibangun bersama-sama untuk pemilu 2024,” ungkapnya.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin dan wakil rakyat yang berintegritas dan berkapasitas besar. 
Ia juga meminta masyarakat untuk turut mengantisipasi munculnya kembali penyakit dalam Pemilu di Indonesia, yakni politik identitas dan politik uang.

“Mari kita pilih pimpinan yang berintegritas yang mempunyai kapasitas selaku pimpinan dan pimpinan yang yang bertanggung jawab terhadap masyarakat yang memilihnya,” tandas Alexander Marwata.